Kamis, 18 Juli 2013

Penghuni Kubah Ajaib

Nabi Sulaiman AS adalah anak nabi Daud AS . sejak kecil nabi Sulaiman sudah pandai memberi pendapat yang adil dalm suatu perkara. setelah nabi Daud AS wafat nabi Sulaiman diangkat mejadi raja sekaligus nabi dan rasul. pada suatu hari nabi Sulaiman mengadakan perjalanan bersama rombongannya yang terdiri dari manusia dan jin. tujuaannya adalah untuk melihat kebesaran ALLAH SWT.

          Perjanan merekapun tiba ditepi laut, tiba-tiba nabi Sulaiman melihat suatu benda yang menakjubkan didasar laut. dia memerintahkan kepada jin Ifrit untuk mengangkat benda tersebut,' wahai Ifrit coba kamu lihat kedalam laut, ada suatu benda yang menakjubkan aku, bawakan benda itu kemari.'

          Jin Ifrit yang gagah  tak banyak bercakap karena takut akan murka nabi Sulaiman dan terus menyelam kedasar laut, namun dia tidak menemukan apa-apa. kemudian nabi Sulaiman menyuruh jin yang lain untuk mendapatkan benda tersebut, namun jin itu pun tidak mampu mendapatkan barang tersebut.

          Akhirnya Nabi Sulaiman berkata kepada Ashif bin Barkhiya, yakni orang yang langsung mendapat ilmu dari ALLAH SWT .' sekarang aku perintahkan kepadamu agar pergi ke laut dan dapatkan benda ajaib yang aku maksudkan.'

          Ashif bin Barkhiya pun menyelam dan terlihat suatu benda yang menyerupai kubah yang terbuat dari kapur putih. dengan kekuatan yang luar biasa , Ashif bin Barkhiya membawa naik kubah ajaib tersebut dari dasar laut dan mempersembahkan kepada nabi Sulaiman.

          Ketika nabi Sulaiman melihat kubah itu dan berkata,'wah alangkah indahnya benda ini, tapi mengapa aku tidak dapat melihat isi dalam benda ini padahal ALLAH telah memberikan mukjizat yang mana penglihatanku dapat menembus segala sesuatu.

          Nabi Sulaiman pun berdoa kepada ALLAH supaya dia dapat melihat isi dalam kubah tersebut, dan ALLAH memperkenankan doanya. sesaat setelah berdoa , maka terbukalah kubah tersebut dan nabi Sulaiman melihat seorang pemuda yang sedang bersujud dan bertasbih memuji ALLAH SWT.

          Nabi Sulaiman lalu berkata,' Maha Suci ALLAH lagi Maha Besar.' mendengar seruan nabi Sulaiman , maka pemuda itupun bangun dari sujud dan memberi salam. nabi Sulaiman menjawab salam dan mengajukan pertanyaan,'siapakah kamu wahai pemuda? adakah kamu malaikat, jin atau manusia?'
Jawab pemuda itu,' aku hanyalah manusia biasa.' nabi Sulaiman bertanya lagi,' apakah yang membuat kamu memperoleh kemuliaan sedemikian rupa? apakah amal yang pernah engkau lakukan sehingga ALLAH menurunkan rahmat dan berkah yang tidak ternilai ini kepada kamu?.
           Pemuda itu berkata,'saya berbakti kepada ayah dan ibuku.' nabi Sulaiman bertanya lagi,' bagaimana cara kamu berbakti kepada orang tuamu?
           Jawab pemuda itu,' saya memelihara mereka sehingga mereka lanjut usia. kedua orang tuaku adalah orang yang sholeh, mereka sangat takut dan taat kepada ALLAH. sejak kecil hingga dewasa mereka memlihara saya dengan baik sekali, mereka juga selalu mendoakan saya agar saya mejadi seorang yang sholeh. ayah saya meninggal dunia dalam usia lanjut dalam pemeliharaan saya dan yang tinggal hanya ibu saya yang sudah tua, lemah dan sakit serta matanya buta dan kakinya lumpuh.'
           Sambung pemuda itu lagi,' saya satu-satunya orang yang selalu merawat dan menguruskan keperluannya. saya selalu mengangkatnya untuk mandi dan saya memandikannya. segala urusan makan dan minum saya uruskan dan sayalah yang menyuap makanan kepadanya. ibu saya selalu mendoakan supaya saya dikurniakan ketenangan dan kepuasan dalam hidup serta memberikan saya setelah wafatnya sebuah tempat yang bukan didunia ataupun dilangit. setelah ibu saya wafat, saya berjalan-jalan ditepi laut dan saya lihat ada suatu kubah dari mutiara. saya mendekati kubah tersebut dan pintu kubah terbuka. ketika saya masuk kedalam, pintu kubah ini tertutup, maka tidaklah saya ketahui lagi saya berada dibumi atau langit.'
           Kamu hidup di jaman mana?tanya nabi Sulaiman. pemuda itu menjawab,' saya hidup dizaman nabi Ibrahim AS,'. nabi sulaiman mengirakan umur pemuda tersebut telah mencapai 14.000 tahun, tetapi tiada satu ubanpun pada rambutnya.
           Nabi Sulaiman lalu bertanya,' apakah engkau merasakan nikmat ALLAH?bagaimana ALLAH memberikan rezeki padamu dalam kubah ini? pemuda itu berkata,' setelah saya dalam kubah ini, maka tahulah saya bahwa ALLAH telah menciptakan syurga khusus buat saya.'
           Nabi Sulaiman ingin sekali melihat syurga yang pemuda itu katakan. kemudian pemuda itu pun berdoa kepada ALLAH, lalu suasana didalam kubah yang gelap tiba-tiba berganti menjadi terang benderang.
           Terkejut nabi Sulaiman nabi Sulaiman sambil berkata ," Maha Suci ALLAH seru sekian alam,' satu pemandangan yang tak ada didunia dan terpampang dihadapan nabi Sulaiman dan rombongannya dimana terdapat pohon-pohon, kebun yang indah, kolam air susu dan madu serta suara-suara yang merdu didalamnya.
           pemuda itu berkata,' apabila saya lapr, saya makan bemacam-macam buah-buahan yang berbagai macam cita rasa, semua makanan  yang saya inginkan akan tersedia.
           Nabi Sulaiman Sulaiman bertanya lagi,' bagaimana kamu mengetahui, siang dan malam?apabila malam
terbit fajar kubah ini menjdi putih dan kalau malam mejadi hitam..

          Tiba-tiba pemuda itu berkata,' maaf cukup sekian pertemuan kita, sebab saat ini saya kembali pada ALLAH untuk sholat dan dzikir, bertasbih mensucikan serta kebesaranNYA.



       
        
            

Sabtu, 08 Juni 2013

Shalat Sunnah Wudlu

Pernah suatu ketika Rasulullah Saw bertanya kepada Bilal,' wahai Bilal amalan apakah yang kau lakukan sehingga aku bisa mendengar suara terompahmu di surga?
Ya Rasulullah, hamba selalu mengerjakan shalat sunnah dua raka'at setiap hamba habis berwudlu.




Rasulullah Saw Menagisi Umatnya

Pada suatu ketika waktu pagi-pagi shubuh, pada waktu itu Bilal sudah selesai mengumandangkan adzan shubuh. Bilal menanti- nanti kedatangan Rasulullah Saw, tidak seperti biasanya Beliau belum datang pada jam segitu. Biasanya Rasulullah Saw datang ke masjid sebelum Bilal datang, Bilal pun mencari-cari di sekitar masjid tetapi tidak menemukan beliau.

Akhirnya Bilal memutuskan untuk menyusul ke rumah Rasulullah Saw, sesampai dirumah Beliau Bilal mengetuk pintu dan masuk, ternyata Bilal mendapati Beliau masih duduk diatas sajadah yang penuh dengan air mata Beliau, bahkan pipi dan jenggot beliau masih bash oleh air mata. Bilal memberanikan diri untuk bertanya pada Beliau,'ya Rasulullah apa gerangan yang membuatmu bersedih? wahai Bilal aku memikirkan surat Ali 'Imran ayat 190-191 :" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),"ya Tuhan kami, tidakkah engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci ENGKAU, lindungilah kami dari azab neraka."
Aku takut umatku banyak yang tidak akan bisa melakukannya, banyak dari umatku yang tidak bersabar menerima ujian dari ALLAH SWT , banyak yang tidak Ridho dengan takdir yang diterimanya, itulah Bilal yang aku tangisi dari umatku.



Jumat, 07 Juni 2013

Sedekah Menghindarkan Dari Kematian Yang Buruk

Pernah suatu ketika pada zaman Nabi Sulaiman as hiduplah seekor burung dan seorang petani. dikisahkan pada suatu hari si burung membuat sarang dipohon dekat rumah si petani, mengetahui hal tersebut sipetani tidak suka dengan keberadaan si burung yang membuat sarang dipohon dekat rumahnya karena si petani takut terganggu suara anak-anak si burung yang selalu mencicit-cicit minta makan pada induknya, dan seketika itu si petani mulai memanjat pohon dengan perlahan tempat si burung membuat sarang. sesampai di sarang si burung si petani mulai mengusir dan merusak sarang si burung yang telah dibuat. si burung hanya bisa menyaksikan dari kejauhan kekejaman si petani mengobrak-abrik sarangnya. si burung tidak putus asa, besoknya dibangunnya lagi sarang di pohon yang sama dengan semangat dan sekuat tenaga sampai sarang itu jadi dan untuk bertelor. mengetahui hal tersebut si petani kembali marah dan dipanjatnya pohon tempat si burung membuat sarang, dia memanjat dengan penuh emosi sesampainya diatas burung itupun diusir dan sarangnya dirusak sampai tercerai-berai. dengan perasaan puas si petani pun turun dari pohon.
menyaksikan hal tersebut si burung pun merasa sedih dan menangis, tetapi si burung tidak mau putus asa dan berhenti disitu saja, keesokan harinya si burung pun mulai membangun sarang lagi di pohon dekat rumah se petani tersebut sampai jadi dan mengetahui hal tersebut si petani pun mengulangi hal yang sama yaitu mengusir dan merusak sarang burung tersebut.
melihat seperti itu si burungpun sangat sedih dan marah, saking tidak kuatnya melihat perlakuan si petani maka si burung memutuskan untuk menghadap kepada Nabi Sulaiman as, dan si burung minta keadilan kepada Nabi Sulaiman as, si burung pun menceritakan tentang kekejaman si petani yang mengusir dan mengobrak-abrik sarangnya. setelah mendengarkan cerita si burung maka Nabi sulaiman as pun mengutus utusan untuk memanggil si petani, setelah petani di pangggil dan menghadap Nabi, maka Nabi Sulaiman as pun mulai bertanya,"wahai petani, benarkah kamu telah mengusir dan mengobrak-abrik sarang si burung?si petani pun menjawab,'benar Nabi Sulaiman', Nabi bertanya lagi,"kenapa kamu melakukakan itu apa yang salah dari si burung yang membuat sarang dipohon dekat rumahmu?petani menjawab' ya Nabi Sulaiman, saya merasa akan tergannggu jika burung itu mulai bertelor dan menetas, suara cicitan-cicitan anak si burung yang minta makan sama induknya,'. jadi itu alasanmu mengusir dan mengobrak-abrik sarang siburung?ya benar Nabi Sulaiman as.
setelah difikir dan derenungkan oleh Nabi Sulaiman as, maka beliau pun mengambil keputusan, beliau berkata,"wahai burung buatlah sarang lagi dipohon dekat si petani", si burungpun menjawab,'ya Nabi Sulaiman saya takut nantinya si petani akan mengusir dan mengobrak-abrik sarang saya lagi. beliau pun memerintahkan pada si petani agar membiarkan si burung membuat sarang di pohon dekat rumahnya. tetapi si burung masih takut pada si petani,'saya masih takut ya Nabi Sulaiman kalau nanti akan diusir dan diobrak-abrik sarangnya oleh si petani.
akhirnya Nabi Sulaiman as memerintahkan dua jin dihadapan si petani dan si burung,'wahai jin, kalian aku tugaskan untuk menjaga si burung yang membuat sarang dipohon dekat rumah si petani, jika si petani ini mulai memanjat dan mulai menghancurkan sarang si burung, maka satu dari kalian tariklah kaki si petani keselatan dan satu dari kalian tariklah kaki si petani ke utara sampai badan si petani terbelah menjadi dua bagian, dan masing-masing bagian lemparkanlah ke utara dan sebagian lagi ke selatan',dua jin itupun menjawab,'siap melaksanakan tugas yang baginda Nabi tugaskan pada kami berdua.
si petani dan si burungpun pulang dan telah menyanggupi keputusan dari Nabi Sulaiman as
keesokan harinya pagi-pagi sekali si burung telah bangun dengan hati yang gembira dan bersiap-siap untuk membangun sarang di pohon dekat rumah si petani, dengan semangat si burungpun mulai membangun sarangnya sambil membayangkan indahnya berkeluarga dan mempunyai anak-anak yang lucu. setelah beberarapa saat sarang burungpun sudah hampir jadi, si burungpun tambah gembira.
ketika matahari bertambah tinggi si petanipun mulai bangun, dan alangkah kagetnya si petani mengetahui bahwa si burung membangun sarang dipohon dekat rumahnya, tampaknya si petani tidak menghiraukan keputusan yang telah ditetapkan Nabi Sulaiman as, si petanipun mendatangi pohon dimana si burung membuat sarang, dengan penuh kemarahan si petani mulai memanjat pohon tersebut. belum sampai atas baru sampai di tengah lewatlah seorang musafir dan berkata kepada si petani,'wahai petani bolehkah aku meminta segelas air dan sedikit makanan darimu', si petani menjawab' boleh wahai musafir. dan si petani pun menunda niatnya untuk merusak sarang si burung dan mulai turun ke bawah untuk mengambilkan air dan makanan untuk si musafir,'ini air dan sepotong roti minum dan makanlah' terimakasih jawab si musafir.setelah selesai makan dan minum si musafirpun melanjutkan perjalanan. si petanipun ingat akan niatnya yang tadi, maka dipanjatlah pohon itu dan sampai atas si burung diusir dan sarangnya di obrak-abrik lagi.
si burung dengan tergesa-gesa segera menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan perlakuan petani tersebut yang mengulangi perbuatannya lagi. Nabi Sulaiman as pun segera memanggil dua jin yang ditugaskan untuk menjaga si burung. wahai jin kenapa kalian tidak melaksanakan tugas yang aku berikan untuk menarik kaki si petani sampai badannya terbelah?kedua jin menjawab.'ampun ya baginda Nabi Sulaiman as, kami sudah akan menarik kedua kaki si petani, tetapi sampai ditengah-tengah pohon si petani turun dan menyedekahkan segelas air dan sepotong roti kepada si musafir, maka ALLAH mengutus dua malaikat untuk menarik kaki kami dan melemparkan kami ke utara dan ke selatan. si petani pun terhindar dari kedua jin yang akan menarik kedua kakinya sampai terbelah.



dari kisah diatas kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa ALLAH SWT melindungi orang-orang yang bersedekah.

                

                    MARI   BERSEDEKAH