Jumat, 07 Juni 2013

Sedekah Menghindarkan Dari Kematian Yang Buruk

Pernah suatu ketika pada zaman Nabi Sulaiman as hiduplah seekor burung dan seorang petani. dikisahkan pada suatu hari si burung membuat sarang dipohon dekat rumah si petani, mengetahui hal tersebut sipetani tidak suka dengan keberadaan si burung yang membuat sarang dipohon dekat rumahnya karena si petani takut terganggu suara anak-anak si burung yang selalu mencicit-cicit minta makan pada induknya, dan seketika itu si petani mulai memanjat pohon dengan perlahan tempat si burung membuat sarang. sesampai di sarang si burung si petani mulai mengusir dan merusak sarang si burung yang telah dibuat. si burung hanya bisa menyaksikan dari kejauhan kekejaman si petani mengobrak-abrik sarangnya. si burung tidak putus asa, besoknya dibangunnya lagi sarang di pohon yang sama dengan semangat dan sekuat tenaga sampai sarang itu jadi dan untuk bertelor. mengetahui hal tersebut si petani kembali marah dan dipanjatnya pohon tempat si burung membuat sarang, dia memanjat dengan penuh emosi sesampainya diatas burung itupun diusir dan sarangnya dirusak sampai tercerai-berai. dengan perasaan puas si petani pun turun dari pohon.
menyaksikan hal tersebut si burung pun merasa sedih dan menangis, tetapi si burung tidak mau putus asa dan berhenti disitu saja, keesokan harinya si burung pun mulai membangun sarang lagi di pohon dekat rumah se petani tersebut sampai jadi dan mengetahui hal tersebut si petani pun mengulangi hal yang sama yaitu mengusir dan merusak sarang burung tersebut.
melihat seperti itu si burungpun sangat sedih dan marah, saking tidak kuatnya melihat perlakuan si petani maka si burung memutuskan untuk menghadap kepada Nabi Sulaiman as, dan si burung minta keadilan kepada Nabi Sulaiman as, si burung pun menceritakan tentang kekejaman si petani yang mengusir dan mengobrak-abrik sarangnya. setelah mendengarkan cerita si burung maka Nabi sulaiman as pun mengutus utusan untuk memanggil si petani, setelah petani di pangggil dan menghadap Nabi, maka Nabi Sulaiman as pun mulai bertanya,"wahai petani, benarkah kamu telah mengusir dan mengobrak-abrik sarang si burung?si petani pun menjawab,'benar Nabi Sulaiman', Nabi bertanya lagi,"kenapa kamu melakukakan itu apa yang salah dari si burung yang membuat sarang dipohon dekat rumahmu?petani menjawab' ya Nabi Sulaiman, saya merasa akan tergannggu jika burung itu mulai bertelor dan menetas, suara cicitan-cicitan anak si burung yang minta makan sama induknya,'. jadi itu alasanmu mengusir dan mengobrak-abrik sarang siburung?ya benar Nabi Sulaiman as.
setelah difikir dan derenungkan oleh Nabi Sulaiman as, maka beliau pun mengambil keputusan, beliau berkata,"wahai burung buatlah sarang lagi dipohon dekat si petani", si burungpun menjawab,'ya Nabi Sulaiman saya takut nantinya si petani akan mengusir dan mengobrak-abrik sarang saya lagi. beliau pun memerintahkan pada si petani agar membiarkan si burung membuat sarang di pohon dekat rumahnya. tetapi si burung masih takut pada si petani,'saya masih takut ya Nabi Sulaiman kalau nanti akan diusir dan diobrak-abrik sarangnya oleh si petani.
akhirnya Nabi Sulaiman as memerintahkan dua jin dihadapan si petani dan si burung,'wahai jin, kalian aku tugaskan untuk menjaga si burung yang membuat sarang dipohon dekat rumah si petani, jika si petani ini mulai memanjat dan mulai menghancurkan sarang si burung, maka satu dari kalian tariklah kaki si petani keselatan dan satu dari kalian tariklah kaki si petani ke utara sampai badan si petani terbelah menjadi dua bagian, dan masing-masing bagian lemparkanlah ke utara dan sebagian lagi ke selatan',dua jin itupun menjawab,'siap melaksanakan tugas yang baginda Nabi tugaskan pada kami berdua.
si petani dan si burungpun pulang dan telah menyanggupi keputusan dari Nabi Sulaiman as
keesokan harinya pagi-pagi sekali si burung telah bangun dengan hati yang gembira dan bersiap-siap untuk membangun sarang di pohon dekat rumah si petani, dengan semangat si burungpun mulai membangun sarangnya sambil membayangkan indahnya berkeluarga dan mempunyai anak-anak yang lucu. setelah beberarapa saat sarang burungpun sudah hampir jadi, si burungpun tambah gembira.
ketika matahari bertambah tinggi si petanipun mulai bangun, dan alangkah kagetnya si petani mengetahui bahwa si burung membangun sarang dipohon dekat rumahnya, tampaknya si petani tidak menghiraukan keputusan yang telah ditetapkan Nabi Sulaiman as, si petanipun mendatangi pohon dimana si burung membuat sarang, dengan penuh kemarahan si petani mulai memanjat pohon tersebut. belum sampai atas baru sampai di tengah lewatlah seorang musafir dan berkata kepada si petani,'wahai petani bolehkah aku meminta segelas air dan sedikit makanan darimu', si petani menjawab' boleh wahai musafir. dan si petani pun menunda niatnya untuk merusak sarang si burung dan mulai turun ke bawah untuk mengambilkan air dan makanan untuk si musafir,'ini air dan sepotong roti minum dan makanlah' terimakasih jawab si musafir.setelah selesai makan dan minum si musafirpun melanjutkan perjalanan. si petanipun ingat akan niatnya yang tadi, maka dipanjatlah pohon itu dan sampai atas si burung diusir dan sarangnya di obrak-abrik lagi.
si burung dengan tergesa-gesa segera menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan perlakuan petani tersebut yang mengulangi perbuatannya lagi. Nabi Sulaiman as pun segera memanggil dua jin yang ditugaskan untuk menjaga si burung. wahai jin kenapa kalian tidak melaksanakan tugas yang aku berikan untuk menarik kaki si petani sampai badannya terbelah?kedua jin menjawab.'ampun ya baginda Nabi Sulaiman as, kami sudah akan menarik kedua kaki si petani, tetapi sampai ditengah-tengah pohon si petani turun dan menyedekahkan segelas air dan sepotong roti kepada si musafir, maka ALLAH mengutus dua malaikat untuk menarik kaki kami dan melemparkan kami ke utara dan ke selatan. si petani pun terhindar dari kedua jin yang akan menarik kedua kakinya sampai terbelah.



dari kisah diatas kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa ALLAH SWT melindungi orang-orang yang bersedekah.

                

                    MARI   BERSEDEKAH





Tidak ada komentar:

Posting Komentar